Bagaimana Cara Menarik Mustika Berkhodam?

menarik pusaka

Jika di antara Anda ada yang punya kemampuan spiritual, tentu saja Anda tidak asing lagi dengan istilah penarikan mustika, benda bertuah, atau apa pun itu.

Nah, kali ini saya ingin bahas tentang bagaimana caranya? Atau mungkin, Anda yang masih awam dengan dunia spiritual, ingin tahu bagaimana caranya.

Silahkan baca terus tulisan ini!

Akan tetapi, di sini Saya tidak menjelaskan secara teknik atau lahiriahnya, tetapi pada lelaku dan olah batin secara spiritual.

Sebab, cara itu banyak sekali, yang terpenting adalah bagaimana kondisi batin Anda. Ini yang jauh lebih penting.

Karena, begitu banyak orang yang melakukan penarikan benda pusaka, mereka hanya tahu cara secara teknisnya saja, dan sayangnya, batinnya tidak selaras.

Alhasil, tidak mendapatkan apa pun. Atau pun kalau mendapatkan, maka bisa saja kurang maksimal.

Artinya, tiba-tiba hilang di kemudian hari, dan sebagainya.

Karena memang ada yang seperti itu. Lantas, bagaimanakah caranya?

Sebenarnya, bukan pada cara, tapi pada kondisi batin Anda. Lalu, kondisi batin harus bagaimana?

Harus suci, tulus, dan tidak ada penyakit hati di dalam diri saat melakukan penarikan gaib. Jika masih ada rasa dengki, dendam, tak suka, maka sulit berhasil.

Oh ya, yang saya katakan ini adalah khodam mustika yang bernergi positif, yakni dari golongan putih. Bukan dari golongan hitam.

Kalau dari golongan hitam, bisa saja Anda dapatkan ketika kondisi batin yang penuh amarah, benci, atau apa pun. Bisa saja. Tapi, ingat, semuanya pun akan kembali pada diri Anda.

Ketika Anda tujuannya untuk kebaikan, mendapatkan Mustika Khodam dari golongan putih, maka berbagai kebaikan, keberkahan, dan kemuliaan Anda dapatkan. Baik di dunia atau di akhirat.

Saat Anda melakukan ritual tertentu dengan tujuan menarik benda pusaka atau mustika berkhodam, maka Anda perlu punya niat yang baik, niat yang suci, niat yang tulus.

Oh ya satu lagi, jangan terlalu berharap untuk berhasil. Sebab, ketika terlalu berharap mendapatkan hasilanya, bisa saja malah hasil menjauh.

Artinya,  terlalu berkeinginan itu adalah bagian dari nafsu. Dan nafsu bisa saja sebagai hijab atau penghmabat dari tujuan dan niat Anda.

Lakukan saja dengan penuh ketulusan ritualnya sesuai dengan yang Anda tahu dan Anda pahami.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.